Ukraina: regulator game berpengaruh dituduh korupsi

Ukraina

Perburuan penyihir tidak akan berakhir di industri perjudian. Hampir di mana-mana di dunia, kasus penipuan atau perkembangan jaringan game ilegal terus terungkap setiap hari. Kali ini, Ukraina yang bersangkutan. Hanya setelah beberapa waktu negara Eropa timur ini memutuskan untuk melegalkan sektor ini secara nasional, kasus korupsi dilaporkan di dalam otoritas pengatur permainan negara tersebut. Yang paling mengganggu adalah bahwa terdakwa adalah orang yang berpengaruh dalam organisasi ini.

Setelah penyelidikan, seorang tersangka akhirnya diidentifikasi

Meski Kantor Antikorupsi Nasional Ukraina tidak memberikan pernyataan resmi, namun beberapa surat kabar lokal seperti Kyiv Post dan Ukrainska Pravda sempat diberitakan bahwa tersangka yang diduga tak lain adalah Yevhen Hetman yang katanya. pengatur.

Yang terakhir akan secara tidak adil mengambil keuntungan dari jabatannya dan posisinya dalam organisasi untuk menuntut sejumlah 2,5 juta hryvnia (79.000 euro) sebagai imbalan atas lisensi yang diberikan kepada dua perusahaan yang berlokasi di zona Chernihiv dan Zaporizhzhia. Namun, bagian 4 pasal 368 KUHP melarang pegawai negeri menerima suap sebagai imbalan atas jasanya.

Namun, ini adalah kasus korupsi pertama yang diamati di badan pengawas dan semua orang berharap kasus serupa tidak akan terulang lagi atau tidak dalam waktu dekat. Karena fakta-fakta telah disajikan di pengadilan, hakim yang memimpin kasus tersebut menyatakan terdakwa tidak bersalah sampai bukti fisik yang membuktikan kesalahannya dihadirkan.

Skandal yang muncul setelah legalisasi industri game Ukraina

Peristiwa menyedihkan ini terjadi beberapa saat setelah perjudian kembali dilegalkan di negara tersebut. Memang, sektor ini dinyatakan pada tahun 2009 oleh mantan presiden Viktor Louchtchenko, sebagai sektor terlarang. Untuk tujuan ini, aktivitas apa pun yang terkait dengan perjudian sangat dilarang.

Industri perjudian di Ukraina telah lama mengalami hari-hari kelam. Hanya setelah pemilihan presiden saat ini, Volodymyr Zelensky, sektor ini sekali lagi akan mendapatkan kembali telapak tangan emasnya. Menurut presiden baru, ini adalah sektor yang bisa membawa pendapatan yang signifikan bagi negara dalam bentuk pajak dan lebih tepatnya jumlah 5,3 miliar hryvnias yang merupakan mata uang resmi ‘Ukraina. Ketika dikonversi ke euro, jumlah ini memberi sekitar 170 juta.

Terutama karena alasan inilah Volodymyr Zelensky memilih untuk melegalkan sekali lagi sektor perjudian di negara ini, tetapi untuk memastikan kelancaran kegiatan, ia bersikeras untuk membentuk otoritas pengatur untuk sektor ini. Dengan demikian, untuk mendapatkan lisensi untuk mengoperasikan game di negara tersebut, operator harus terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada badan ini dan menunggu keputusan akhir.

Tahun ini saja, otoritas pengawas mengaku sudah mengeluarkan 40 izin kepada 40 operator berbeda. Di antaranya adalah jaringan hotel bintang lima termasuk Fairmont Grand dan Premier Palace, keduanya terletak di Kiev.

Langkah-langkah untuk mengontrol sektor ini harus tegas, karena Ukraina pernah digambarkan oleh Transparency International sebagai negara yang tingkat korupsinya masih tinggi. Setelah mengevaluasi organisasi non-pemerintah asal Jerman, ia memperoleh 33 poin dari 100 yang memungkinkannya menempati peringkat 117 dari total 180 negara yang dievaluasi.

Namun, dengan skor seperti itu, Ukraina tertinggal sangat jauh dari Denmark yang berada di peringkat teratas, Kolombia, China, Selandia Baru, Kuwait, dan Finlandia yang pada gilirannya menempati posisi yang sama sekali tidak membuat iri.

  • Leave Comments